Kini giliran seorang reporter terkenal dan juga pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab akhirnya dikabarkan akan berhenti dari stasiun televisi yang dianggap sebagai televisi yang selama ini menjadi tempatnya untuk berlabuh, selama karirnya sebagai jurnalis dan pembawa acara. Dari keterangan salah satu petinggi Metro TV jika Najwa Shihab tidak dikeluarkan namun memngundurkan diri


Wawancarai Novel Di Singapore, Mata Najwa Pakai Biaya Pribadi & Sebelum Ditayangkan Terjadi Perdebatan Dengan Pihak MetroTV Agustus 09, 2017 Berita JAKARTA – Pegiat Sosial Media, Jonru Ginting memiliki sebuah pengalaman pahit usai hasil wawancaranya dengan Metro TV yang kemudian ditayangkan ternyata isinya jauh berbeda dengan apa yang telah dijawabnya dalam wawancara tersebut. Bahkan Jonru akhirnya mencoba untuk menghubungi Yasmin si pewawancaranya. Namun ternyata Yasmin sudah berhenti dan mundur dari redaksi Metro TV. Bahkan dari penelusuran Jonru didapatkan jika Yasmin ternyata dikabarkan merasa gelisah ketika usai melakukan shalat malam, Yasmin mendapatkan sebuah “tanda” jika selama ini telah melakukan kesalahan dengan bekerja di Metro TV. Kini giliran seorang reporter terkenal dan juga pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab akhirnya dikabarkan akan berhenti dari stasiun televisi yang dianggap sebagai televisi yang selama ini menjadi tempatnya untuk berlabuh, selama karirnya sebagai jurnalis dan pembawa acara. Dari keterangan salah satu petinggi Metro TV jika Najwa Shihab tidak dikeluarkan namun memngundurkan diri karena ingin melakukan penyegaran. Bahkan Najwa ditengarai akan pindah ke sebuah stasiun televisi Net Media. Salah satu penggiat sosial media lainnya, Muhardi Zainudin mendapatkan cerita dibalik layar ketika episode terakhir Mata Najwa yang mewawancarai Novel Baswedan, dilakukan di sebuah tempat sebuah lokasi di Singapura. Cerita tersebut sangat menarik, jika sebelumnya ternyata Najwa Shihab bersikeras untuk mewawancarai Novel Baswedan tanpa dibiayai oleh Metro TV, namu menggunakan dana pribadi mulai dari kameramen hingga tempat menginap. Dan hasil wawancara tersebut, ternyata sempat menjadi polemik karena pihak Metro TV tidak ingin menayangkan, namun melalui perdebatan panjang, akhirnya ditayangkan dan ini dianggap menajdi salah satu kompensasi jika Mata Najwa berakhir di episode Novel Baswedan. Berikut tulisan Muhardi Zainudin yang diposting melalui akunnya ; *Apa yang tersembunyi di balik layar:* Najwa mewawancarai Novel Baswedan di sebuah tempat di Singapura tanpa direstui Metro TV. Dia berangkat ke Singapura dengan biaya sendiri. Sewa kameraman atas biaya sendiri. Metro tidak mau membiayai. Najwa ambil resiko besar tapi dia menjadi jurnalis TV pertama yang mewawancarai Novel Baswedan. Wawancara itupun hampir tidak ditayangkan oleh Metro TV, tapi setelah melalui pembicaraan yang keras dan tegang akhirnya ditayangkan. Dan sesudah penayangan wawancara di Mata Najwa itu, peristiwa penyerangan terhadap Novel langsung dapat perhatian lagi dari semua pihak termasuk Presiden panggil Kapolri. (Baca: Najwa Shihab Berhenti dari MetroTV Setelah Sadar Dengar Fakta Yang Disampaikan Novel Baswedan) Keberanian Najwa ada konsekuensinya dan ongkosnya. Peristiwa itu menjadi penghabisan karier Najwa di Metro TV. Setiap keberanian ada resikonya … terus lurus Najwa … rakyat ada di belakangmu …. #JurnalisSejati Sumber: pembawaberita.com Berita Hangat Lainnya Ulama Jatim 'Gerah', Akan Turun Kejalan Menentang Kebijakan Rezim Zhalim Organisasi Ateis Internasional Murtadkan Muslim, Malaysia pun Geram Najwa Shihab Berhenti dari MetroTV Setelah Sadar Dengar Fakta Yang Disampaikan Novel Baswedan, Sudirman Said: Kepemimpinan Politik Harus Diisi Pribadi yang Sensitif pada Etika dan Nilai Luhur YLKI Bereaksi, Iklan Susu Kental Manis Menyesatkan! Bongkar Peredaran 31 Kg Sabu, Lima Prajurit TNI Dapat Penghargaan Berita Posting Lebih Baru Posting Lama

Comments

post popular

Httpduniaakhirat-Ta'ziyyah dan santunan bagi ahli warisnya adalah sebaik-baik pelipur duka dan Lara..sekaligus untuk mengurangi beban keterlanjuran (alkhotho' wannisyan);Nabi pernah bersabda: لَزَوَالُ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ Hilangnya dunia beserta isinya sungguh lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim dengan tidak benar. (HR. Ibnu Majah (2668